SURABAYA – (30/11/13) Beberapa tahun terakhir kepedulian para jebolan Madrasah Miftahul Ulum 06 mulai surut dan nyaris tenggelam. Ungkapan ini bukanlah isapan jempol belaka. Banyak bukti kongkrit yang gagah membuktikannya.

Banyak faktor memang. Ada yang sebenarnya peduli namun tidak menemukan batu loncatan untuk mewujudkannya. Ada yang lupa disebabkan kesibukannya dalam mengadu nasib, terlebih bagi mereka yang sudah mapan. Ada juga yang sebenarnya ingat, hanya saja mereka pura-pura lupa. Tentu tidak mungkin para alumni MMU 06 sampai pada taraf ini apalagi sampai karena dilatarbelakangi benci yang kian hari kian meninggi. Nauzdubillah min dzalik.

Oleh karenanya, dibutuhkan stimulus dan tips jitu untuk menumbuhkan kembali rasa kepedulian yang mereka tanam atau yang sengaja mereka kubur dalam-dalam selama ini.

Ustad Zamroni mencoba mencari solusi akan hal tersebut. Salah satu inisiatif yang dicoba digulirkan oleh alumni MMU 06 ini dengan cara mengadakan pertemuan silaturrahim dengan para alumni di berbagai daerah. Baik yang di Surabaya, Malang  maupun Jakarta. Dan alhamdulillah kemaren, tepatnya pada hari Sabtu (30/11) program tersebut dapat terealisasi dengan sukses untuk daerah Surabaya.

Meski acara perdana, namun yang hadir cukup membludak. Dari sekian banyak undangan yang disebarkan, hanya beberapa orang saja yang berhalangan hadir. Tidak hanya alumni laki-laki, yang perempuan pun juga ikut menghadiri acara yang bertempat di masjid An-Nur Kalisari Surabaya tersebut.

Acara dimulai dengan pembacaan maulid la-Habsyi yang dilantunkan oleh Jamiyah An-Nasyiin Surabaya. Dilanjuti dengan pembacaan Tahlil yang dipimipin oleh Ustad Mursyidi Syukri yang tak lain merupakan Kepala Madrasah Miftahul Ulum 06.

Berikutnya acara sambutan-sambutan. Sambutan awal mewakili alumni dan simpatisan yang disampaikan oleh Ustad Sya’rani. Sambutan berikutnya atas nama Pengurus MMU 06 yang dihaturkan oleh Ustad Zamroni. Dalam sambutannya, beliau memaparkan kondisi Madrasah selama ini. Mulai dari program kerja, kegiatan-kegiatan, sampai masalah finansial Madrasah yang cukup memprihatinkan.

Acara selanjutnya dialog interaktif yang dipimpin oleh Ustad Fathurrahman. Banyak hal yang dicetuskan dalam sesi musyawarah ini. Di antaranya mengadakan iuran bulanan untuk para alumni dengan nominal semampunya. Hal ini dilakukan tak lain karena melihat kondisi Madrasah yang bertahun-tahun hanya mengandalkan talangan dari syahriyah siswa yang tentu belum mencukupi untuk memenuhi anggaran belanja Madrasah yang beraneka macam. Meski terkadang mendapat suntikan dana dari Pemerintah, namun tetap saja belum mampu menutupi kebutuhan Madrasah yang cukup gemuk. Sebab selain suntikan dana pemerintah tersebut tidak menentu, juga terdapat faktor klasik, pemangkasan oleh atasan. Sehingga yang sampai pada madrasah hanya ashobah belaka.

Acara yang berlangsung sekitar tiga jam lebih ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh ustad Salim. Beliau merupakan salah satu sesepuh yang berkenan hadir dalam acara perdana tersebut.

Dengan diadakannya pertemuan ini semoga bisa menjadi penggugah bagi para Alumni untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan Madrasah Miftahul Ulum 06 tercinta ini. Atau setidaknya mereka bisa meniru mendung, meski tidak mampu menurunkan hujan, minimal bisa menumbuhkan harapan!


Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top