Kiriman dari: Malik Fadly*



Guru..
Masih ingat dan tak kulupa
Ketika tangan lembutmu menyentuh
Pas diatas pundakku
Tutur katamu lewat begitu saja
Seperti tak kudengar apa-apa
Entah buta atau tuli atau
Aku tak mengerti, namun
Kesabaran selalu ada dalam hatimu

Guru..
Aku menjadi mengerti setelah
Hari ini kulewati berkalikali
Tak ada pada waktu itu mungkin
Aku hanyalah orang-orang tolol
Tanpa sinar dan harapan
Andai waktu kuputar bisa kembali
Kumuntahkan hati busukku ini
Menghadap sambil mencium tanganmu
Dan berkata "maafkanlah muridmu ini"

Guru..
Aku selalu berdoa untukmu, walau
Tak dapat mengganti derap langkahmu
yang mengayun indah dalam jiwaku
Ya Allah, ampunilah salah khilaf guruku seperti
Kau membalas kesabarannya.
Semoga saja
diriku masih bisa bertemu berkumpul
Berkumpul bersama-sama seperti
Dulu dalam surga cinta-Mu.

:231109

______________
*) Alumni MMU 06 Angkatan 2003

Telah dibaca kali

Posting Komentar

  1. Murid ² juga suruh ngirim, siapa tau ada yg kreatif ... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ea nanti habis maulid insyaAllah akan diadakan pelatihan jurnalistik kalau memungkinkan.. :)

      Hapus
  2. Muntah kemudian cium tangan guru

    BalasHapus
  3. Cukup bagus, tp dalam segi katanya terasa kurang sempurna ..

    BalasHapus
  4. Keunikan puisi, terkadang terasa janggal. Namun bagi penulisnya belum tentu.

    BalasHapus

 
Top