Sumberpandan.com SUMBERPANDAN – (1/3/1437) Jangan heran jika masyarakat Madura khususnya kampung Sumberpandan ketika bulan Maulid tanggalnya pasti serasi dan tidak akan simpang siur satu sama lain. Sebab mereka memiliki tradisi penyeragaman tanggal 1 bulan Maulid dengan mengadakan jamiyyah untuk baca salawat al-Barzanji dan Syaraf al-Anam yang mereka sebut dengan istilah ‘Cocokan’.

Event yang digelar setahun sekali ini bertepatan dengan agenda usbuiyah siswa MMU 06 yaitu bagian putra membaca salawat Syaraf al-Anam setiap malam Jumat setelah Isya dan bagian putri membaca maulid ad-Dibai setelah Maghrib. Sehingga mereka tidak perlu ada undangan khusus dalam acara yang digelar di Masjid dan di Pondok Putri tersebut, sebab sudah merupakan kegiatan yang rutin mereka ikuti setiap minggunya.

Selain faktor penyeragaman tanggal, ada tujuan utama yang tersimpan rapi di belakangnya, yaitu berbahagia karena akan segera memasuki bulan Maulid yang merupakan bulan di mana Rasulullah Saw dilahirkan.

Seperti yang telah maklum kita ketahui, berbahagia akan kelahiran Nabi Muhammad Saw merupakan suatu kepantasan bahkan keharusan yang memang mestinya dilakukan seorang ummatnya. Sebab semuanya bermuara pada rahmat Allah SWT yang telah mengutus Nabinya kepada umat manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran surat al-Anbiya’ ayat 107,
وَمَا اَرْسَلْنَاكَ إلّا رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ (107)

“Dan tiadalah Kami mengutus Kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” 

Atas rahmat agung inilah kita diperintahkan untuk berbahagia, seperti yang telah ditegaskan oleh Allah dalam kitab Sucinya surat Yunus ayat 58,
قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا هو خير مما يجمعون (58)

“Katakanlah: “Dengan karunia Allah SWT dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Demikian itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” 

Merujuk riwayat Abu as-Syaikh, menurut hemat Ibn Abbas RA maksud karunia Allah adalah ilmu, sementara rahmatNya adalah Rasulullah SAW. Dengan tafsir ini dapat dipahami, bahwa kita diperintah untuk berbahagia atas kelahiran Nabi Muhammad SAW yang tak lain adalah Rahmat bagi semesta alam.

Oleh karenanya, kelahiran baginda Nabi SAW merupakan peristiwa penting yang mesti diingat, dihayati dan dijadikan batu loncatan demi meraih prestasi spiritual yang lebih baik. Namun ironisnya dewasa ini tidak sedikit kelompok masyarakat yang menentang peringatan Maulid Nabi yang sudah sangat gamblang dalilnya di atas. Bahkan masih banyak dalil-dalil lain yang insya allah akan penulis bahas di kesempatan berikutnya.

Dan yang cukup menyayat hati, kelompok tersebut tidak begitu jauh dari kawasan kita yang akhir-akhir ini semakin berani menggerogoti akidah masyarakat dengan berbagai macam cara. Mulai dari cara yang paling halus seperti memberikan santunan baik berupa uang, makanan maupun pakaian hingga menyebarkan selebaran, CD dan buku-buku yang cukup berbahaya bagi keberlangsungan akidah masyarakat yang sejak dulu begitu dijaga dan diopeni oleh sesepuh dan leluhur kita. Wallahu a’lam.


Telah dibaca kali

Posting Komentar

  1. subhanallah...
    Shallu 'alaih shallu 'alaih

    BalasHapus
  2. اللهم صل و سلم على سيدنا محمد

    BalasHapus
    Balasan
    1. وعلى ال سيدنا محمد

      Hapus
  3. Mari kita perbanyak baca Sholawat ...

    BalasHapus
  4. baru tau .. kalau pondok putri dikelilingi baju tergantung... hampir 12 tahun tidak memasukinya.. kalau tidak salah ketika aku kelas 2...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah keunikan Pondok Putri.. :-)

      Hapus

 
Top