Sumberpandan.com SUMBERPANDAN - (12/08/1435) Tidak sedikit sekte yang mengklaim dirinya ahlussunnah wal jamaah (aswaja), sehingga terkadang kita kebingungan kelompok mana yang berhak mendapatkan lisensi aswaja. Untuk memahami hal tersebut, tentu kita harus paham betul apa itu aswaja. Mulai dari definisi, para imam yang diikuti, sandaran hukum maupun metodologisnya, agar tidak semua sekte dengan seenaknya mengklaim dirinya sebagai keluarga besar aswaja.

Oleh karenanya, Pengurus Madrasah Miftahul Ulum 06 merasa terpanggil untuk mengadakan suatu event yang membahas secara intens masalah yang bersinggungan dengan apa itu aswaja, agar tidak terjadi kebingungan dalam menyeleksi aliran-aliran yang layak distempel aswaja.

Alhamdulillah tadi pagi Pengurus MMU 06 sukses menghelat acara Diklat Aswaja yang berfokus membahas pemantapan akidah dasar ahlussunnah wal jamaah dengan tema "Menjernihkan Paham Ahlussunnah Wal Jamaah".





Diklat dimulai sejak pukul 08.30 oleh Ustadz Rifkiyanto, selaku master ceremony dalam acara yang dihadiri banyak undangan tersebut. Selain siswa, guru dan alumni MMU 06, juga hadir delegasi-delegasi dari madrasah-madrasah sekitar, seperti delegasi MMU 09 tingkat Tsanawiyah Tengginah, MTs Miftahul Huda dan SMK Miftahul Huda Alaskokon. Tidak hanya itu, juga berkenan hadir beberapa pengurus Majelis Wakil Cabang NU Pakong Modung, seperti KH. Mukhtarom Ahmad, KH. Ahrori Sholeh, K. Fakhrurrozi Adnan, H. Abd. Hadi, H. As'adur Rofiq, Ustadz Nawawi Tamrin dan Ustadz Atho'illah Ahmad.

Acara dibuka dengan pembacaan surah al-Fatihah oleh H. As'adur Rofiq, Katib MWC NU Pakong. Dilanjuti dengan sambutan-sambuta. Sambutan perdana atas nama Ketua MWC NU Pakong yang dipresentasikan oleh K. Fakhrurrozi Adnan. Beliau merasa gembira atas inisiatif Pengurus MMU 06 untuk mengadakan diklat aswaja tersebut. Sebab secara otomatis sudah mengurangi sedikit beban Pengurus MWC NU yang selalu dipikul selama ini dalam memasyarakatkan paham aswaja.

Sambutan berikutnya oleh Ustadz Zamroni Anwar, S.Pd.I atas nama Ketua Umum Pengurus MMU 06 Sumberpandan yang mewanti-wanti kita agar berhati-hati dan lebih selektif terhadap beberapa sekte yang menyebar luas di sekitar wilayah kita.

Diklat yang digelar di ruang kelas MMU 06 itu dimoderatori oleh Ustadz Tajuz Zuhud, santri aktif Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan menghadirkan Ustadz Abdul Mun'im Kholil, Lc, jebolan Universitas al-Azhar Kairo Mesir sebagai Narasumber tunggalnya.

Ustadz yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Darullughah wad Da'wah itu banyak mengupas tentang pendekatan-pendekatan untuk memahami dengan mendalam tentang definisi aswaja. Pendekatan-pendekatan yang ditawarkan oleh Ustadz yang pernah menjabat sebagai Direktur Kajian Said Aqil Sirajd (SAS) Center PCI-NU Mesir periode 2010-2012 itu antara lain pendekatan sumber hukum (masdarul hukmi) dan metodologinya (manhajnya). Dua pendekatan ini cukup ampuh untuk dijadikan senjata dalam menyeleksi sekte yang layak mendapatkan lisensi aswaja.

Penulis buku "Ensiklopedi Sekte: Hitam Putih Aliran dan Gerakan Islam Kontemporer" itu mengakhiri presentasinya dengan memaparkan tentang perbedaan afiliasi politik dengan ideologi keagamaan.

"Semoga ulasan singkat ini bisa memberi secercah cahaya yang mampu menjernihkan kembali konsep Aswaja yang semakin kabur" ungkapnya mengakhiri pemaparan dan dilanjuti dengan sesi tanya-jawab.

Banyak permasalahan yang dapat diselesaikan dalam sesi tanya jawab ini, seperti perbedaan definisi aswaja versi Timur Tengah dan Indonesia, penjelasan ushul dan furu' serta beberapa permasalahan lain seputar materi yang dipresentasikan.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Mukhtarom Ahmad, selaku Rois Suriyah MWC NU Pakong.

"Insyaallah tahun ajaran baru akan dilanjuti diklat aswaja selanjutnya" ungkap Ustadz Rifkiyanto selaku sekretaris acara.

"Dan jika mendapat rizki lebih, akan mengadakan diklat lain seputar ekonomi syariah. Mohon doanya saja" imbuhnya.

Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top