Sumberpandan.com SUMBERPANDAN - (27/8/1435) Setiap pertemuan setali mata uang dengan perpisahan. Begitulah ungkapan para pujangga kuno. Namun kalimat tersebut tidak hanya sebatas ungkapan, namun sesuai dengan kenyataan.

Tadi pagi Pengurus MMU 06 mengadakan event perpisahan antara Guru Tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri dengan para murid, dewan guru juga wali murid. Acara yang dihelat di halaman Madrasah tersebut berbentuk musafahah di antara mereka.

Tidak sedikit dari mereka yang tanpa sadar pipinya dilalui tetesan asin air mata ketika melihat Guru Tugas tercinta, Ustadz Hizbullah dalam hitungan detik akan meninggalkan MMU 06 tersayang ini. Pun demikian, Ustadz yang biasa disapa Pak Guru itu juga tidak kuasa menahan aliran air mata yang sejak tadi memang sengaja ditahan namun tumpah begitu saja.

"Saporanah ghi sadejeh kasalanah kauleh" ungkap Ustadz Hizbullah dengan mata berkaca-kaca seraya memeluk dewan guru satu-persatu termasuk Kepala Madrasah dan Ketua Yayasan.

Dalam perhelatan perpisahan guru tugas tahun ini ada perbedaan yang cukup signifikan. Jika biasanya Guru Tugas diantar ke kediamannya masing-masing, namun sekarang malah dijemput oleh keluarganya sendiri yang tiba di Sumberpandan sejak tadi malam dengan mengendarai mobil avanza yang dilanjuti dengan bermalam di ndalem.

Mengenai jasa Ustadz yang berasal dari Kota Apel Malang ini tidak bisa diragukan lagi. Banyak ide-ide brilian yang beliau cetuskan demi kemajuan MMU 06 Sumberpandan. Di antaranya mengadakan tahfidz juz Amma, shalat sunnah rawatib, membuat majalah dinding dan masih banyak lagi yang tidak mungkin Admin sebut satu persatu.

Terlebih masalah keaktifan dan kedisiplinannya, sampai detik ini tidak ada satupun yang mengisykalkannya. Sebab beliau memang orang yang super aktif dan begitu menghargai dengan masalah waktu. Terbukti, sebelum bel berbunyi, Ustadz yang tidak pernah lepas dari songkoknya itu sudah duduk manis di depan kelas mengawasi murid yang telat masuk. Sehingga mereka malu untuk tidak disiplin. Tidak hanya murid, guru pun tidak luput dari bidikannya sehingga mereka sedikit sungkan untuk telat dari waktu yang telah ditentukan.

Semoga jasa dan program-program yang telah beliau tata dapat terus berkembang. Bahkan bisa bertambah lagi dengan dibuktikan estafet perjuangannya mampu dilanjuti oleh Guru Tugas yang baru nanti. Amin.
Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top