Sumberpandan.com SUMBERPANDAN - (14/08/1435) Menjaga silaturrahim tentu merupakan pekerjaan yang layak dibiasakan oleh umat muslim. Selain memang merupakan perintah Allah Swt, juga ada beberapa buah yang dapat kita petik dari bersilaturrahim, seperti panjang umur dan melimpahnya rizki seperti yang telah dijelaskan Nabi Saw dalam hadis shahihnya.

Tadi malam Madrasah Miftahul Ulum 06 menjadi tuan rumah acara silaturrahim santri dan alumni santri pondok pesantren Lirboyo Kediri se wilayah Bangkalan yang diadakan oleh Comunitas Santri Lirboyo Bangkalan atau biasa diakronimkan sebagai CountryBa.

Acara yang dimoderatori oleh Faishol itu dimulai beberapa menit setelah jamaah Isya dan dibuka dengan pembacaan surah al-Fatihah oleh Ustadz Rahmatullah, salah satu penasehat CountryBa. Berikutnya pembacaan tahlil untuk almaghfurlah KH. Ahmad Idris Marzuqi, Ulama' NU kaliber internasional sekaligus Pengasuh Pondok Induk Lirboyo yang beberapa hari yang lalu berpulang ke Rahmatullah, dipimpin oleh Makshum, Ketua II CountryBa.

Selanjutnya sambutan atas nama panitia penyelenggara oleh Tajuz Zuhud. Santri yang menjabat sebagai Sekretaris CountryBa ini mengungkapkan rasa kegembiraannya atas susksesnya penyelenggaraan silaturrahim CountryBa tadi malam.

"Mungkin kalau ada yang nanya, siapa sih yang paling bahagia malam ini? tentu jawabannya adalah saya" Ungkap santri yang biasa disapa Tajuz tersebut.

"Sebab, saya sempat pesimis sebentar, bahwa yang akan hadir hanya sedikit, mengingat acara ini hasil tundaan. Namun alhamdulillah lumayan banyak bahkan lebih dari cukup" imbuhnya.

Sambutan berikutnya atas nama Ketua Countryba yang disampaikan oleh Yasin Wahid. Santri asal desa Dlembeh Dejeh Tanahmerah ini banyak mengupas tentang sejarah berdirinya komunitas CountryBa.

"CountryBa merupakan organisasi komunitas santri-santri Lirboyo yang berdomisili di Bangkalan. Komunitas ini sering mengadakan acara silaturrahim antar santri. Tidak hanya ketika liburan saja, namun di pondok pun sering menghelat acara-acara serupa" tutur Yasin di pertengahan sambutannya.

Berikutnya sambutan atas nama Ketua Halal Bi Halal Santri dan Alumni Santri Lirboyo se Madura oleh Idris Ali. Santri yang pernah menjabat Ketua CountryBa itu menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tuan rumah atas suksesnya acara silaturrahim malam tadi. Bahkan pemilik akun Ozil Dizal ini menganggap penyeleggaraan silaturrahim kali ini merupakan yang paling mewah dan paling resmi.

"Acara CountryBa kali ini merupakan acara yang paling mewah. Mulai dari tempat dan hidangan. Dan yang paling resmi, ada daftar hadir dan panggung" ungkapnya.

Sambutan terakhir atas nama Penasehat CountryBa yang sipresentasikan oleh Ustadz Sulaiman AG. Ustadz yang baru tahun kemaren tamat dan resmi boyong itu banyak mewanti-wanti warga CountryBa untuk tekun belajar agar tidak menyesal kelak di kemudian hari seperti yang tengah dirasakannya kali ini.

"Belajarlah yang mempeng. Terlebih mendalami ilmu fikih untuk menjawab problematika-problematika agama yang semakin kompleks" pesannya di tengah-tengah sambutan.

Acara berikutnya pembacaan salawat al-Habsyi oleh jamiyah santri Lirboyo, Ihyaussunnah Madura feat jamiyah kebanggaan MMU 06, Nurul Musthofa. Kolaborasi dari dua jamiyah salawat ini cukup membuat hadirin menikmati indahnya salawat yang disertai nada islami itu. Bahkan mereka tidak sadar bahwa pembacaan salawat al-Habsyi tersebut sudah mencapai 2 jam lebih. Tidak kalah menariknya, salah satu personel Jamiyah Nurul Musthofa bagian calte, Ishomuddin menjadi pusat perhatian santri-santri Lirboyo. Bahkan banyak yang mengabadikan gambarnya dengan kamera dan video. Sebab, selain memang orangnya yang masih mungil, juga gaya tabuhan nadanya cukup membuat suasana membahana.

Acara yang berlangsung sekitar empat jam tersebut ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Muzammil, salah satu penasehat senior CountryBa.

Usai acara sebagian santri tidak langsung pulang, namun bermalam di rumah Tajuz Zuhud. Keesokan harinya setelah menjamu sarapan pagi, sebagian dari mereka melanjutkan berpetualang untuk menguji nyali dengan mendaki tiga gunung di wiliyah desa Pakaan setelah membaca tahlil di pesarean Syeikh Abd. Rahman al-Qadri yang terletak di ujung gunung yang dikenal dengan sebutan gunung sleret tersebut.


Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top