Sumberpandan.com SUMBERPANDAN - (13/10/1435) Seluruh warga Sumberpandan terlebih pengurus MMU 06 detik ini dalam keadaan berduka cita yang mendalam atas wafatnya Abdullah, siswa kelas tiga ibtidaiyah.

Anak kesayangan Ibu Aliyah ini menghembuskan nafas terakhir di RSUD Syarifah Ambami Bangkalan pada Sabtu pagi sekitar jam 10.00 setelah dirawat intensif selama 22 jam penuh di ruang ICU.

"Kata dokter sarafnya kena, hingga nyawanya sulit tertolong" ungkap salah satu keluarga yang berduka.

Murid yang menjadi salah satu vokalis jamiyah shalawat al-Habsyi Nurul Musthofa tersebut dishalati sekitar jam 13.45 Wis yang diimami oleh R.KH. Fakhrillah Aschal, Pengasuh pondok pesantren Syaichona Cholil Demangan Bangkalan yang dilanjuti dengan pemakaman dan baru selesai sekitar jam 14.30 Wis.

Tidak hanya keluarga, namun seluruh masyarakat Sumberpandan juga merasa kehilangan anak yang suka melantunkan lagu Dzahara ad-Din itu. Sebab selain memang merupakan anak yatim sejak dalam kandungan, juga dia tidak hanya bergaul dengan teman sebaya namun sering bergaul dengan masyarakat yang notabenenya sudah berumur tua. Canda dan tawa selalu ia sunggingkan di kala bercengkrama dengan mereka. Sehingga mereka merasa terpukul dan tidak menyangka akan kehilangan Abdullah secepat itu.

Kecintaan anak yang berumur 13 tahun itu terhadap shalawat tidak perlu diragukan lagi. Terbukti setiap ada acara habsyian, baik yang diadakan MMU 06, masjid Taqwimuddin, resepsi pernikahan hingga yang diselenggarakan jamiyah Ahbabul Musthofa Bangkalan di berbagai daerah dia tidak pernah absen menghadirinya.

Tidak hanya itu, meski dalam memahami pelajaran begitu lambat, namun kesemangatannya dalam mendalami ilmu agama termasuk baca kitab begitu tinggi. Beberapa hari sebelum wafatnya, dia begitu antusias untuk ingin menjadi peserta kursus baca kitab yang diprogramkan oleh pengurus MMU 06.

"Man saya mau pesan buku al-Miftah. Saya mau ikut kursus baca kitab" ungkapnya sehari sebelum dia kembali pada Sang Rahman pada salah satu pamannya.

Semoga segala amalnya dicatat sebagai ibadah yang diterima oleh Allah Swt. dan segala kekhilafannya diampuni oleh-Nya tanpa noda sedikit pun. Amin.
Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top