Oleh: Ibnu Ansya’

Sumberpandan.com Sebelum Islam berkibar kembali pasca terutusnya Nabi Muhammad Saw, banyak peradaban manusia yang tidak lagi searah dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Pada masa kegelapan ini lebih dikenal di kalangan Islam masa kini dengan istilah Jahiliyah. Oleh karenanya Allah Swt mengutus Rasulullah Saw untuk merevisi dan menyempurnakan tatanan kehidupan manusia. Baik yang berupa perbuatan maupun kepercayaan.

Salah satu kepercayaan orang Jahiliyah yang tidak dilegalkan oleh Rasulullah Saw adalah kepercayaan mereka akan adanya ghul (salah satu jenis setan yang dapat berubah bentuk) yang menampakkan dirinya di hadapan manusia untuk membuat perjalanan mereka jadi tersesat. Sebagaimana diungkapkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitabnya al-Minhaj, komentator kitab Shahih Muslim juz 14 halaman 216.

Meski kepercayaan tersebut sudah dihapus oleh Rasulullah Saw namun dewasa ini ada salah satu keyakinan masyarakat awam yang hampir sama dengannya tentang adanya hantu dari orang yang telah wafat yang muncul di malam hari, sebagaimana dipaparkan oleh KH. Thaifur Ali Wafa, Kiai alimul allamah asal Sumenep dalam salah satu kitabnya, An-Nafahat:

وَمِنَ المُعْتَقَدَاتِ الْقَبِيْحَةِ الَّتِيْ رَسَخَتْ فِي قُلُوْبِ العَوَامِ مِنَ النَّاسِ في هَذَا الزَّمَانِ مَا يُشْبِهُ الْغُوْلَ الَّذِيْ اعْتَقَدَهُ اَهْلُ الجَاهِلِيَّةِ. فَقَدْ كَانَ بَعْضُهُمْ يَزْعُمُ اَنَّهُ إذَا مَاتَ مَيِّتٌ مِنْ اَهْلِ الفُجُوْرِ خَرَجَ مِنْ قَبْرِهِ فِي اللّيْلِ شَيْئٌ بِصُوْرَةٍ خَلِيْعَةٍ مُخِيْفَةٍ، وَقَدْ يَكُوْنُ بِصُوْرَةِ المَيِّتِ كَمَا يَزْعُمُوْنَ، فَيُخَوِّفُ النَّاسَ فِي بُيُوْتِهِمْ وَطُرُقَاتِهِمْ وَعِنْدَ قَبْرِ ذَلِكَ المَيِّتِ وَيَعْتَقِدُوْنَ اَنَّهُ رُوْحُ الْمَيِّتِ... الى ان قال ... وَهَذِهِ كُلُّهَا بَاطِلَةٌ. (النفحات العنبرية، صحيفة 104)

"Sebagian kepercayaan keliru yang masih melekat di hati orang awam dewasa ini yang mirip kepercayaan orang Jahiliyah tentang adanya ghul adalah mereka berasumsi ketika ada orang meninggal dari pelaku kriminal akan keluar dari kuburannya di malam hari dengan penampakan yang begitu menakutkan  dan  terkadang menyerupai wajah janazah sebagaimana yang mereka sangkakan. Hingga membuat mereka ketakutan baik ketika di rumah, di jalan terlebih di kuburan janazah tersebut. (Ironisnya) mereka menganggap hantu itu adalah ruhnya mayit. Hal ini merupakan kepercayaan yang batil."

Dari ungkapan yang dipaparkan oleh KH. Thoifur Ali Wafa di atas dapat dipetik kesimpulan bahwa tidak mungkin orang yang wafat akan muncul kembali dengan wajah yang menakutkan. Jika memang ada, itu merupakan jin atau setan yang menyerupai wajah si mayit bukan ruhnya, dengan tujuan untuk menguji keimanan akidah kita.

Menurut hemat Sayyidina Umar RA tak ada satu pun makhluk yang bisa berubah bentuk termasuk dari kalangan setan, namun mereka mempunyai tukang sihir yang dapat merubah bentuk mereka, sebagaimana yang dikutip Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari juz 6 halaman 344:

أنّ أحَدًا لَا يَسْتَطِيْعُ أَنْ يَتَحَوَّلَ عَنْ صُوْرَتِهِ الَّتِي خَلَقَهُ الله عَلَيْهَا وَلَكِن لَهُمْ سَحَرَةٌ كَسَحَرَتِكُمْ، فَإذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَأذِّنُوْا.

Umar berkata "Sungguh tak seorangpun yang mampu mengubah bentuk yang telah diciptakan oleh Allah Swt padanya. Namun mereka (kalangan setan) memiliiki tukang sihir sebagaimana tukang sihirmu. Ketika kamu melihatnya, maka adzanlah."

Oleh karenanya mari kita tinggalkan kepercayaan batil akan adanya hantu dari orang yang wafat. Sebab hal ini akan membuat salah satu keluarga yang ditinggalkan merasa tersinggung. Padahal sepatutnya kita harus menghibur mereka dan memberikan persaksian baik terhadap yang telah wafat, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. Coba bayangkan, bagaimana perasaan kita jika dianggap menjadi hantu ketika kita wafat kelak?. Wallahu A’lam.

Telah dibaca kali

Posting Komentar

  1. Wah begituu jelas. sekarang aku baru tau. trims artikelnya. :)

    BalasHapus

 
Top