Kiriman dari Abd. Malik Fadli



Tidak begitu lama
Ketika senyummu meninggalkan
halamanku
Pelan tapi pasti
senyum itu menjadi kenangan indah,
- dan muram ketika air matamu
jatuh ke langit

Memang, harimu masih muda
Langitmu masih panjang
Namun, awan tak banyak kata
Ayat sudah bicara
Kamu telah pergi

Padahal, senyum kecilmu
Belum pudar dari pandangan nyata

Air mata ini tak akan pernah sampai pada air matamu
Sedih perih ini tak akan pernah sampai pada sedih perihmu

Kalau aku sedang ingat kamu,
sekarang. Aku jadi cemburu,
Sebab tubuhmu lebih harum
dari bau parfumku,
- Bau surga terasa sangat di sisa nafasmu.

Lewat catatan harianmu
yang tertinggal di meja kenangan
Berupa tawa dan ketidaksempurna
an kata-kata
Aku mengingatmu.

Semoga kita bisa bertemu lagi
di surga ..

28.08.2014
Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top