Oleh: Ibnu Anwar Sya'rani


sumberpandan.com • Sebelum melangsungkan salat hari raya, tentu harus melengkapi terlebih dahulu persyaratan-persyaratan sebagaimana salat lima waktu. Seperti harus suci dari hadas dan najis, menutup aurat dan menghadap kiblat.

Jika persyaratan sudah dipenuhi, maka kita sudah dilegalkan untuk melangsungkan salat yang hanya dilakukan dua kali dalam setahun ini.

Tata cara (kaifiyah) salat hari raya tidak jauh berbeda dengan salat lima waktu, namun kalau salat hari raya menambah takbir tujuh kali pada rakaat pertama dan lima kali di rakaat ke dua.

Berikut penjelasan singkat kaiifyah salat Hari Raya yang jumlah rakaatnya hanya dua:

1. Membaca niat seperti berikut:

اُصَلِّى سُنَّةً لعِيْدِ الْفِطْرِ/الأضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ اِمَامًا/مَأمُوْمًا لِلّه تَعَالَى

“Saya berniat salat sunah hari raya fitri/adha dua rakyat dalam keadaan menghadap kiblat dan menjadi imam/makmum hanya karena Allah Swt”

2. Membaca takbiratul ihram (الله اَكْبَرُ)

3. Membaca doa iftitah seperti berikut:

الله اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهُ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا اِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ ، إنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ ، وَبِذَلِكَ أُمِرْت وَأَنَا مِنْ الْمُسْلِمِينَ

4. Membaca takbir 9 kali dalam rakaat pertama dan 5 kali di rakaat ke dua (الله اَكْبَرُ) dengan cara sebagai berikut
    a. Mengangkat tangan
    b. Mengeraskan suaranya, baik bagi imam, makmum maupun ketika salat sendirian
    c. Membaca Baqiyatus Shalihah di sela-sela takbir sunah tadi, seperti:

سُبْحَانَ اللهِ وَالحَمْدُ لِلهِ وَلَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
 
 d. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri tepat di dada di sela-sela takbir.

5. Membaca taawudz (اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ)

6. Membaca surat al-Fatihah

7. Membaca surat seperti surat al-A’la di rakaat pertama dan surat al-Ghasyiyah dalam rakaat ke dua

Untuk kaifiyah berikutnya, seperti ruku’, i’tidal (bangun dari rukuk), sujud, duduk setelah sujud, tahyat dan salam sama dengan ketika salat seperti biasanya.

Jika salat Ied dengan berjamaah, setelah melakukan salat disunahkan melaksanakan khotbah dua selayaknya khotbah Jumat dalam hal rukun dan sunah-sunahnya, bukan dalam hal syaratnya. Bila salat sendirian, maka tidak disunnahkan membaca khotbah dua.

Untuk kaifiyah khotbah salat hari raya sebagai berikut:
1. Duduk sebentar sebelum melaksanakan khotbah dengan kadar adzan ketika khotbah Jum'at

2. Membaca takbir 9 kali pada pembukaan khotbah yang pertama dan 5 kali pada pembukaan khotbah yang kedua secara terus menerus.

3. Memaparkan materi yang sesuai dengan hari raya masing-masing. Seperti pada hari raya Idul Fitri mengingatkan masalah zakat fitrah, jika Idul Adha memaparkan hukum kurban.

Untuk kaifiyah yang lain, sama dengan kaifiyah khotbah Jum'at. Wallahu A'lam.


Referensi:
I’anah at-Thalibin Hasyiyah Fathul Mu’in
Hasyiyah Bujairimi ala al-Khatib
Taqrirat asy-Syadidah
Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top