sumberpandan.com • SUMBERPANDAN - (8/12/1435) Menjadi kampung yang sejuk dan damai terlebih mampu menyandang predikat baldatun tayyibatuw wa rabbun ghafur adalah idaman setiap masyarakat di setiap daerah. Sehingga mereka berlomba-lomba mencari solusi jitu untuk mewujudkannya. Salah satunya dengan menghelat berbagai program keagamaan, seperti pengajian umum, kuliah keagaamaan, kerja bakti sosial hingga tadarrus al-Quran.

Pun demikian di kampung mungil Sumberpandan yang terletak di desa Alaskokon ini setiap Jum'at pagi melaksanakan tadarrus al-Quran yang dilaksanakan di Masjid Taqwimuddin Sumberpandan setiap selesai salat Subuh hingga hampir melangsungkan salat Jumat.

Program usbuiyah masjid Taqwimuddin ini sudah berumur dua puluh tahun lebih. Terhitung sejak didirikannya masjid Taqwmuddin di era 80-an. Tak heran jika masyarakat begitu antusias mendukung atas keeksisan tadarrus al-Quran tersebut. Terbukti, setiap dihelatnya per pekan hampir tidak pernah absen salah satu masyarakat memberikan sadakah berupa makanan dan minuman pada para pembaca al-Quran tersebut.

Program ini dibentuk selain untuk mensyiarkan agama Islam, juga untuk melatih mental remaja-remaja Sumberpandan dalam membaca al-Quran yang didengar hampir ke seluruh penjuru desa Alaskokon ini.

Pembacanya pun bukan sembarangan orang namun harus melewati seleksi dulu. Hanya diperbolehkan bagi mereka yang sudah dianggap lancar dan fasih terutama dalam bidang ilmu Tajwid.

Proses penyeleksiannya pun cukup ketat. Mereka harus rutin mengikuti program usbuiyah yang lain yaitu tadarrus al-Quran di setiap hari Minggu pagi yang diperuntukkan bagi mereka yang belum begitu lancar baca al-Quran. Serta akan diuji ketika mengaji di serambi masjid yang dihelat setiap sore dan ba'da salat Magrib. Jika mereka dinyatakan layak oleh muallim, maka mereka sudah legal untuk mengikuti tadarrus al-Quran setiap Jum'at ini.

Meski mayoritas yang mengikuti tadarrus Jum'at ini mereka yang sudah remaja dan dewasa, namun tak jarang kita jumpai anak-anak yang masih berumur belum sampai sepuluh tahun sudah biasa bertadarrus al-Quran di pagi Jum'at ini. Ini membuktikan bahwa meski mereka masih anak-anak namun dalam hal baca al-Quran mereka siap diadu dan bisa bersaing dengan kakak-kakak seniornya.
Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top