SUMBERPANDAN – (19/7/1436) Bulan Sya’ban hampir tiba, pertanda kegiatan belajar-mengajar di sebagian besar instansi pendidikan agama akan segera berakhir. Oleh karenanya tidak sedikit yang sudah mencuri start untuk mempersiapkan acara akbar untuk mensyukuri kegiatan thalibil ilmi selama satu tahun terakhir yang lebih mereka kenal dengan Haflah Imtihan atau Ikhtibar.

Acara yang disuguhkan pun cukup beragam antarlembaga. Mulai dari yang nuansa agama, pendidikan hingga berupa sebuah hiburan. Namun tidak sedikit dari sebagian kecil lembaga agama, menghelat dan mendesain acara yang terkadang keluar dari tujuan pendidikan itu sendiri. Seperti penampilan siswi yang sudah masuk kategori balighah menari di atas panggung agar dinikmati para undangan yang hadir atau adanya pencampuran laki-laki dan perempuan tanpa adanya sekat, dan beberapa acara lain yang dianggap tidak syar’i.

Oleh sebab itu, Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri setiap akhir tahun melayangkan surat intruksi kepada seluruh madrasah yang berada di bawah naungannya untuk menghindari acara-acara seperti di atas.

Berikut penulis kutipkan isi suratnya dengan harapan semoga bisa menjadi oase bagi seluruh pemangku pendidikan Islam terlebih bagi seluruh madrasah ranting:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakâtuhu
Hamdan lil-Lâh. Shalâtan wa salâman ‘alâ Rosulillâh

Demi tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran di Madrasah Miftahul Ulum Ranting tingkat Ibtidaiyah Pondok Pesantren Sidogiri, maka kami pimpinan Madrasah Miftahul Ulum Induk menginstruksikan kepada seluruh penyelenggara Imtihan | Ikhtibar MMU Ranting Pondok Pesantren Sidogiri (Pengurus, Pimpinan, Guru dan Panitia) mengenai Imtihan | Ikhtibar di masing- masing Madrasah ranting agar tidak ada kegiatan yang menimbulkan pelanggaran syariat. Contoh:
  1. Menampilkan patung Muharromat (yang diharamkan) baik hal tersebut dalam karnaval atau di lingkungan sekitar madrasah.
  2. Drama atau drumband yang menampilkan Mukhonnits (orang laki-laki berpenampilan layaknya seorang perempuan)
  3. Ikhtilath (campur baur) antara laki laki dan perempuan
  4. Tabarruj jahiliyah (penampilan Balighoh | anak perempuan yang sudah dewasa) sebagai tontonan.

Demikian instruksi ini kami buat. Atas perhatiannya disampaikan terimakasih. Jazâkumul-Lâh ahsanal jaza.
Wasallam


Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top