~Doc: R.KH. Fakhrilllah Aschal

BANGKALAN - (9/11/1436) Pagi ini sekitar 10.000 orang lebih menyemut di jalan raya menuju kantor DPRD Bangkalan dalam rangka demo damai yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dari seluruh kecamatan se-Bangkalan. Mulai dari para masyayikh, tokoh masyarakat, tokoh NU, kawula muda, santri hingga anak kecil tak luput ikut berpartisipasi dalam aksi tersebut. Tuntutan mereka dalam aksi damai ini ingin menjadikan kota Bangkalan sebagai kota dzikir dan shalawat melalui segera disahkannya peraturan daerah (Perda).

Sebelum ribuan orang tersebut menuju kantor anggota dewan, mereka terlebih dahulu berkumpul di pondok pesantren Syaichona Cholil Bangkalan yang tak lain merupakan kediaman pemimpin dalam aksi damai tersebut, siapa lagi kalau bukan R.KH. Fakhrillah Aschal.
~Doc: Tajuz Zuhud
"Kami mohon kepada semua masyarakat, agar mematuhi semua peraturan yang ditetapkan. Tidak boleh melakukan tindakan-tindakan anarki, merusak fasilitas umum atau apapun yang dapat merugikan negara" orasi Ust. Ahrori dan KH. Mustahdi selaku pemandu adanya demo damai tersebut.
 ~Doc: Tajul Asyari, R.KH. Fakhrilllah Aschal dan Jihan Syafira
Usai pembacaan peraturan, massa damai tersebut mulai memadati jalan raya. Diawali oleh para pemotor yang menamakan dirinya Imfama, Ikatan Motor Fakher's Mania yang dipimpin oleh R.KH. Karror Aschal. Dilanjuti di belakangnya para alim ulama yang dipimpin oleh R.KH. Fakhrillah Aschal, dan yang terakhir masyarakat umum dengan formasi bagian laki-laki di depan dan paling belakang khusus bagi kaum hawa.
~Doc: R.KH. Fakhrilllah Aschal
Selama dalam perjalanan, selain menyampaikan orasi, aksi damai tersebut dihiasi dengan pembacaan shalawat yang dipimpin oleh Jamiyah Ahbabul Musthofa Bangkalan yang diikuti oleh fans R.KH. Fakhrillah Aschal yang tergabung dalam organisasi Fakher's Mania. Dengan lantunan shalawat itu cukup membuat para pendemo damai terhibur, sehingga meskipun berjalan kaki yang jauhnya hampir 7 kilo meter tersebut tidak terasa.

"Alhamdulillah, tidak merasa capek, meski jauh. Soalnya sambil membaca shalawat di perjalanan" ungkap salah satu pendemo ketika ditemui redaksi sumberpandan.com di tengah-tengah perjalanan.
~Doc: Rieham El Hanaf
Ketika tiba di kantor DPRD Bangkalan, massa ditemui langsung oleh beberapa ketua dari berbagai fraksi. Sebelum para anggota dewan tersebut menerima surat pengajuan Bangkalan sebagai kota dzikir dan shalawat, para pendemo membubuhkan tanda tangan di atas kain putih yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sebagai bentuk dukungan mereka akan segera terwujudnya permohonan tersebut.
~Doc: ppsmch.net
"Kami para anggota DPRD Bangkalan sangat setuju atas permohonan dari para Kiai dan element masyarakat se Bangkalan ini" ungkap Fathurrahman, Wakil Ketua DPRD Bangkalan memulai sambutannya.

"Saya dan beberapa anggota dewan yang lain sudah menandatangani surat persetujuan tersebut. InsyaAllah besok sudah bisa selesai, asal Bupati Bangkalan bisa mengeluarkan SK pada hari ini. Jadi saya sarankan, setelah dari sini, segera ke kantor Bupati untuk meminta SK persetujuan tersebut" imbuhnya.
~Doc: Arief Efendi
Usai sambutan, para anggota dewan menerima berkas surat yang diserahkan langsung oleh R.KH. Fakhrillah Aschal. Berikutnya, para pendemo damai menuju kantor Bupati Bangkalan sesuai inisiatif dari anggota DPRD.

Ketika tiba di kantor Bupati, mereka tidak ditemui Bupati Bangkalan sendiri, sebab sedang ada tugas dinas pagi ini, sehingga yang menemui mereka adalah wakil bupati Bangkalan, KH. Mundzir Rofi'i.

"Terimakasih sebanyak-banyaknya pada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung pemerintah Bangkalan. Kami, pemerintah sangat setuju atas usulan sebagai Bangkalan kota dzikir dan shalawat" ugkap wakil bupati Bangkalan memulai sambutannya.

"InsyaAllah tidak lama lagi kami akan segera mengeluarkan SKnya" imbuh wakil bupati yang biasa disapa Ra Mundzir itu.


Sebelum wakil Bupati mengakhiri sambutannya, Ust. Ahrori sebagai pemandu orasi menanyakan dateline kapan kira-kira SK itu bisa keluar. Sebab, kata ustad muda ini, takutnya hanya sebatas wacana yang nanti dua atau tiga tahun SK tersebut tidak juga terbit.

"InsyaAllah secepatnya, semua itu butuh proses" jawab Wakil Bupati yang cukup bikin kesal sebagian pendemo karena jawabannya masih belum memberikan kepastian.

Akhirnya, R.KH. Fakhrillah Aschal menengahi aksi yang hampir memanas tersebut.

"Mungkin jalan tengahnya, nanti pada acara malam Jum'at, bapak Bupati bisa hadir dalam acara tersebut sekaligus bersedia membacakan SKnya" ungkap kiai yang biasa disapa Kiai Fakhri itu yang disambut tepuk tangan ribuan para pendemo damai.
~Doc: R.KH. Fakhrilllah Aschal
Usai segala tuntutan dipenuhi, para pendemo kembali pulang dengan tertib yang dipimpin Kiai Fakhri dengan jalan kaki hingga tiba di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Demangan Bangkalan.

Semoga dengan dinobatkannya Bangkalan sebagai "Kota Dzikir dan Shalawat" masyarakat Bangkalan menjadi kian aman, tentram dan terkendali. Serta masyarakatnya semakin cinta dan gemar membaca dzikir dan shalawat. Sehingga faham dan amaliah Ahlusunnah wal Jamaah bisa tetap eksis di bumi Bangkalan tercinta ini. Amin Ya Mujibad Da'awat.

Telah dibaca kali

Posting Komentar

 
Top